MENGENAL TRADISI ISLAM DI CIREBON

Posted by KIGEDE SURANG On Senin, 09 November 2009 0 komentar

Disamping sebagai Kota Wali, Cirebon dikenal juga sebagai Kota Budaya dan Industri. Disebut Kota Wali karena Cirebon tidak bisa dilepaskan dari seorang figur seorang waliyullah Syaikh Syarif Hidatullah atau lebih dikenal dengan Sunan Gunung jati. Beliau orang yang paling berjasa dalam mengislamkan babad tanah Cirebon dan Pasundan. Adapun disebut Kota Budaya dan Industri, karena Cirebon kaya dengan budaya dan industri: dari mulai budaya harian sampai budaya tahunan yang diwujudkan dalam bentuk ritual atau slametan tertentu dan dari kerajinan khas batik, nasi jambalng, empal gentong, tarling, sampai kepada industri expor rotan dan industri sea food. Semuanya ada di Cirebon.


UPACARA MEMITU

Posted by KIGEDE SURANG On 0 komentar

Salah satu fase kehidupan manusia adalah fase kelahiran. Sebelum sampai pada fase kehalihan didahului dengan adanya kehamilan. Dalam masa kehamilan yang berlangsung selama sembilan bulan, khusus bagi kehamilan pertama, ada bulan-bulan tertentu yang oleh masyarakat dianggap perlu untuk dilakukan upacara. Upacara yang dimaksud adalah Upacara Memitu/Tingkeban. Istilah memitu berasal dari kata mitu atau pitu (bahasa Jawa) yang artinya tujuh. Maksudnya di sini adalah upacara yang dilaksanakan pada masa kehamilan menginjak tujuh (7) bulan.


TERBELAHNYA KEKUASAAN KERATON DI CIREBON

Posted by KIGEDE SURANG On Minggu, 08 November 2009 0 komentar

Terbelahnya kekuasaan keraton di Cirebon berawal dari kisah unik tanpa pertumpahan darah. Pada 1662, Amangkurat I mengundang Panembahan Adiningkusumah datang ke Mataram untuk menghormati dan mempertanggungjawabkan sikapnya terhadap Banten dan juga Mataram.


PEDATI GEDE

Posted by KIGEDE SURANG On 0 komentar

Bila anda pecinta wisata ke dunia antik, barangkali Cirebon salah satu pilihan. Bahkan barang-barang antik peninggalan zaman raja-raja di Cirebon merupakan barang-barang tertua di Jawa. Di Museum Keraton Kasepuhan Cirebon misalnya, bisa dilihat berbagai peralatan perang abad ke-14 dan ke-15 seperti baju antipeluru, meriam, bedil berlidi (penyocok mesiu) dari Mesir, bedil berlubang dua dari Portugis, dan ratusan benda antik lainnya dari Cina, Mesir, dan Thailand yang barangkali hanya ada di museum itu.


KEGAIBAN RITUAL PANJANG JIMAT

Posted by KIGEDE SURANG On 0 komentar

Puncak acara Panjang Jimat (pelal) diselenggarakan di 4 tempat, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Kompleks makam Sunan Gunung Jati.


Awood. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Blogger Tricks

Your embed code here!